BANDAR LAMPUNG — Dua anak Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang lahir di Taman Satwa Lembah Hijau, Bandar Lampung, resmi diperkenalkan ke publik pada Jumat (22/5/2026). Kelahiran ini menjadi simbol harapan baru di tengah ancaman kepunahan satwa dilindungi tersebut.
Dua bayi harimau ini mendapatkan nama resmi dari tokoh penting:
Puspa: Nama yang diberikan oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal.
Muli Sikop: Nama yang diberikan oleh Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Satyawan Pudyatmoko.
Kisah Haru Sang Induk
Kelahiran ini dinilai luar biasa karena kedua induknya merupakan satwa korban jerat liar yang mengalami cacat permanen. Sang ayah, Kyai Batua, diselamatkan dari kawasan Suoh dalam kondisi kaki cacat. Sementara sang ibu, Sinta, dievakuasi dari Bengkulu dan terpaksa diamputasi kaki kanan depannya demi menyelamatkan nyawanya.
Gubernur Lampung menegaskan bahwa kisah kedua induk ini harus menjadi tamparan keras bagi masyarakat akan kejamnya jerat liar di hutan, sekaligus menjadi pemantik semangat untuk menjaga kelestarian hutan.
Strategi Konservasi Jangka Panjang
Dirjen KSDAE, Satyawan Pudyatmoko, mengapresiasi keberhasilan program pembiakan (breeding) di Lembah Hijau. Peristiwa ini membuktikan bahwa satwa yang cacat fisik tetap memiliki potensi reproduksi tinggi jika dirawat dengan metode konservasi yang tepat.

.jpeg)
Posting Komentar